Belt Weighing untuk Industri Tambang Nikel – PT. Masusskita United

Belt Weighing untuk Industri Nikel

Belt Weighing System untuk Industri tambang nikel, terutama di Indonesia yang didominasi oleh bijih nikel laterit, menghadapi tantangan unik: mengukur volume material yang sangat besar, dengan variasi kadar nikel dan kadar air yang fluktuatif, secara akurat.

Di sinilah Belt Weighing System (Sistem Penimbangan Sabuk) memainkan peran sentral. Alat ini bukan hanya alat ukur, melainkan instrumen kendali proses kritis yang memastikan efisiensi penambangan, ketepatan pengiriman ke smelter, dan kualitas produk akhir.


1. Mengapa Akurasi Massa Krusial di Tambang Nikel?

Di lokasi penambangan nikel, bijih mentah diangkut dari lokasi penambangan ke pelabuhan, stasiun pencampuran (blending station), atau langsung ke fasilitas pengolahan (smelter) menggunakan konveyor.

Tiga alasan utama mengapa Belt Weighing System sangat vital:

A. Kontrol Kadar (Grade Control)

Bijih nikel laterit terbagi menjadi dua lapisan utama: limonit (kadar nikel rendah, untuk baterai) dan saprolit (kadar nikel tinggi, untuk feronikel/baja). Pengukuran massa yang akurat memungkinkan operator untuk:

  • Mencampur (Blending) bijih secara presisi untuk mencapai kadar umpan (feed grade) yang ditargetkan oleh smelter.
  • Mencatat volume bijih dari blok tambang tertentu untuk evaluasi cadangan.

B. Akurasi Penjualan dan Kontrak

Bijih nikel sering dijual atau ditransfer berdasarkan tonase metrik basah (Wet Metric Ton, WMT) atau tonase metrik kering (Dry Metric Ton, DMT). Timbangan sabuk memberikan data WMT yang andal dan menjadi dasar untuk:

  • Transaksi jual beli yang adil dan transparan.
  • Laporan produksi resmi yang akurat.

C. Optimalisasi Smelter (Hilirisasi)

Fasilitas peleburan (smelter)—baik menggunakan teknologi RKEF untuk Nickel Pig Iron (NPI) maupun HPAL untuk Nikel Sulfat—beroperasi pada kapasitas dan rasio umpan yang sangat ketat. Umpan yang tidak stabil atau tidak akurat dapat merusak tungku dan mengurangi efisiensi energi.


2. Tantangan Bijih Nikel Laterit bagi Timbangan Sabuk

Bijih nikel laterit menghadirkan tantangan lingkungan dan material yang ekstrem bagi peralatan penimbangan:

Tantangan MaterialImplikasi pada Belt Weighing System
Kandungan Air TinggiMassa material sangat sensitif terhadap kelembaban. Timbangan harus stabil untuk mengukur massa basah (WMT) yang akurat, dengan penyesuaian untuk kandungan air (jika ada online analyser).
Material LengketTanah liat pada bijih laterit bisa menempel pada sabuk dan idler, mengubah berat nol (zero weight) sabuk dan mengurangi akurasi secara drastis.
Abrasivitas dan DebuPartikel keras menyebabkan keausan cepat pada idler dan komponen timbangan. Debu halus membutuhkan perlindungan IP tinggi pada Load Cell dan elektronik.
Aliran Tidak RataPenambangan terbuka sering menghasilkan ukuran bongkahan yang bervariasi dan aliran yang tidak konsisten, menuntut desain timbangan multi-idler yang mampu meredam gangguan.

3. Solusi dan Spesifikasi Timbangan Sabuk yang Efektif

Untuk mengatasi tantangan di atas, industri nikel biasanya mengandalkan sistem penimbangan dengan spesifikasi tinggi:

A. Tipe Multi-Idler (Akurasi Tinggi)

Timbangan sabuk dengan empat hingga delapan idler (rol penopang) lebih disukai daripada tipe single-idler. Tipe multi-idler memastikan area penimbangan yang lebih panjang, meredam efek getaran konveyor dan distribusi beban yang tidak merata.

B. Komponen Tahan Lingkungan

  • Load Cell Tahan Korosi: Load cell terbuat dari stainless steel dan memiliki peringkat IP68 atau lebih tinggi untuk perlindungan total dari debu dan kelembaban.
  • Sistem Pembersihan Otomatis: Pemasangan pembersih sabuk (belt cleaner) yang efisien dan sistem zero check otomatis untuk memastikan material tidak menempel dan mengganggu pengukuran berat kosong (zero load).

C. Integrasi Sistem

Data dari timbangan harus diintegrasikan secara real-time ke dalam:

  • Sistem PLC/SCADA: Untuk kendali otomatis pintu gerbang hopper dan feeder guna mengelola blending material.
  • Sistem Komputerisasi: Untuk pencatatan data dan perbandingan antara tonase yang ditambang dengan tonase yang diproses atau dikirim.

4. Proses Kritis: Kalibrasi dan Pemeliharaan

Akurasi timbangan sabuk bergantung pada kalibrasi yang disiplin:

  • Kalibrasi Nol (Zero Calibration): Dilakukan secara rutin (harian atau mingguan) untuk mengukur dan mengimbangi berat sabuk kosong, terutama setelah pembersihan sabuk.
  • Kalibrasi Rentang (Span Calibration): Dilakukan secara periodik (bulanan atau triwulanan) menggunakan rantai uji (test chain) atau bobot standar yang diketahui massanya untuk memverifikasi akurasi pengukuran di bawah beban.

💡 Faktor Sukses: Mengingat sifat material laterit yang berubah-ubah, program pemeliharaan prediktif dan kalibrasi yang ketat adalah perbedaan antara data yang andal dan data yang menyesatkan.


Kesimpulan

Dalam industri tambang nikel yang berorientasi pada ekspor dan hilirisasi, Belt Weighing System adalah tulang punggung operasional dan akuntabilitas. Investasi pada sistem penimbangan multi-idler yang kokoh, tahan lingkungan, dan terintegrasi adalah kunci untuk:

  1. Memastikan kualitas umpan yang stabil ke smelter.
  2. Mendukung transparansi dalam transaksi material.
  3. Memaksimalkan efisiensi blending, yang pada akhirnya memengaruhi profitabilitas seluruh rantai nilai nikel.

Dengan akurasi yang terjamin, perusahaan tambang nikel dapat secara efektif mengelola cadangan mereka dan memenuhi tuntutan pasar global yang terus meningkat untuk nikel berkualitas tinggi.

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami :
PT. MASUSSKITA UNITED
Marketing: Wisnu Firman Apriadi
WhatsApp : 081227804306
email : wisnu.masusskita@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top